Curah hujan tinggi juga menyebabkan asrama Griya Yatim & Dhuafa terendam. Air cepat masuk, menghambat aktivitas anak-anak asuh dan merusak fasilitas, termasuk kamar, perabotan, serta perlengkapan pribadi dan pendidikan. Situasi ini meningkatkan risiko kesehatan dan membutuhkan penanganan segera.

Para pengurus terus berupaya melindungi anak-anak asuh dan menyelamatkan barang-barang penting, namun ketinggian banjir yang terus meningkat membatasi ruang gerak. Di tengah kondisi sulit ini, anak-anak yatim dan dhuafa tetap berusaha bertahan dan menjaga semangat, menunjukkan ketangguhan mereka menghadapi ujian yang tidak mudah.

Kini saatnya kita membuktikan bahwa kepedulian tidak pernah tenggelam. PRAY FOR SUMATERA bukan hanya seruan doa, tetapi ajakan untuk bersama meringankan beban mereka yang terdampak. Melalui bantuan terbaik Anda, proses penanganan, evakuasi internal, hingga pemulihan dapat berjalan lebih cepat. Setiap dukungan, sekecil apa pun, berarti besar bagi keselamatan dan kenyamanan mereka. Bersama, Kita Pulihkan Sumatera.












